Blog

  • Raja Salman Murka, Houthi Disebut Milisi Teroris

    Raja Salman Murka, Houthi Disebut Milisi Teroris

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari CNBC Indonesia – News Terkini.

    Jakarta, CNBC Indonesia – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud melontarkan kecaman keras terhadap kelompok Houthi Yaman. Ia menyebut kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut sebagai “milisi teroris” dan menuding mereka berulang kali mengincar kota suci Makkah.

    Pernyataan itu disampaikan Raja Salman dalam rapat kabinet pada Selasa (22/9/2026), menurut laporan Saudi Press Agency. Intervensi tersebut terbilang jarang karena urusan pemerintahan sehari-hari Arab Saudi umumnya lebih banyak ditangani putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    Serangkaian serangan mematikan yang diduga dilakukan Houthi sepanjang bulan ini menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap keamanan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca:

    Menurut SPA, Raja Salman menyebut dugaan upaya Houthi menargetkan Makkah sebagai “kejahatan keji” sekaligus provokasi terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.

    Pekan lalu, Arab Saudi mengumumkan telah mencegat sebuah drone yang diluncurkan Houthi dan disebut mengarah ke Makkah. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah keras oleh Houthi. Pemimpin kelompok itu, Abdel-Malik al-Houthi, bahkan menyebut klaim Saudi sebagai “kebohongan keji”.

    Insiden tersebut juga memicu aktivasi peringatan keamanan di Makkah untuk pertama kalinya dalam hampir 10 tahun. Kota tersebut merupakan lokasi Ka’bah yang menjadi situs paling suci bagi umat Islam.

    Raja Salman turut memberikan penghargaan kepada militer dan aparat keamanan Saudi atas upaya mereka menjaga negara.

    “Mempertahankan tanah air dan dengan tegas menghadapi setiap agresi terhadap tempat-tempat suci, jamaah haji dan umrah, warga negara serta penduduk Kerajaan,” demikian pujian Raja Salman kepada aparat keamanan, menurut SPA.

    Baca:

    Kota-Kota Saudi Jadi Sasaran

    Dalam rapat kabinet tersebut, Raja Salman juga menyinggung pertemuan Mohammed bin Salman dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo pada pekan lalu. Ia juga menyebut pembicaraannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai upaya memperkuat stabilitas kawasan serta menjaga keamanan dan kebebasan pelayaran.

    Serangan rudal dan drone Houthi kini semakin sering diarahkan ke sejumlah kota Saudi, fasilitas energi, hingga kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Eskalasi ini membuka front baru dalam konflik regional yang lebih luas, yang bermula dari perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari.

    Pada Sabtu, pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman mengatakan pertahanan mereka berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan Houthi menuju Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

    Serangan tersebut sempat memunculkan kepulan asap hitam dari area penyimpanan bahan bakar di sekitar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

    Baca:

    Situasi ini tidak hanya meningkatkan risiko keamanan Saudi, tetapi juga menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia. Houthi disebut telah memperluas kendali mereka hingga seluruh garis pantai Laut Merah Yaman, yang kemudian digunakan sebagai jalur alternatif untuk ekspor minyak Saudi di tengah blokade Selat Hormuz.

    Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Arab Saudi, Turki dan Pakistan pada bulan lalu juga menandatangani Mecca Joint Defence Agreement. Dalam kesepakatan tersebut, serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara anggota akan diperlakukan sebagai serangan terhadap ketiganya.

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: CNBC Indonesia – News Terkini

  • Ada Dirjen Pesantren, Menag Tegaskan akan Tertibkan Pesantren

    Ada Dirjen Pesantren, Menag Tegaskan akan Tertibkan Pesantren

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari Republika – Terkini.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) RI, Prof Nasaruddin Umar, menegaskan Kementerian Agama (Kemenag) akan memperkuat penertiban dan disiplin pondok pesantren di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren benar-benar memenuhi ketentuan dan rukun kepesantrenan. Nasaruddin mengatakan, penguatan tata kelola pesantren menjadi penting seiring hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kemenag. Menurut dia, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan melalui Majelis Masyayikh.

    Baca Juga Apakah Tepi Barat Mendekati Intifada Baru Melawan Kebengisan Zionis? Pelaku Kekerasan Seksual Mas Bechi Bebas Bersyarat, MUI: Mencederai Rasa Keadilan Korban 6 Doa Pilihan untuk Atasi Kegelisahan dan Kesusahan yang Diajarkan Rasulullah SAW “Kita juga akan disiplinkan pondok pesantren,” ujar Nasaruddin usai menghadiri Kickoff Peringatan Hari Santri 2026, Selasa (22/9/2026). Dia menyoroti masih adanya lembaga yang menggunakan nama pondok pesantren, tetapi belum memenuhi ketentuan sebagai pesantren.

    Bahkan, menurut Nasaruddin, terdapat pihak yang memasang nama pesantren meski tidak memenuhi unsur kepesantrenan. “Jangan-jangan hanya grup-grup tertentu tidak memenuhi rukun-rukun pesantren, tiba-tiba pasang nama pondok pesantren,” katanya. View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) RI, Prof Nasaruddin Umar, menegaskan Kementerian Agama (Kemenag) akan memperkuat penertiban dan disiplin pondok pesantren di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren benar-benar memenuhi ketentuan dan rukun kepesantrenan.

    Nasaruddin mengatakan, penguatan tata kelola pesantren menjadi penting seiring hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kemenag. Menurut dia, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan melalui Majelis Masyayikh. Baca Juga Apakah Tepi Barat Mendekati Intifada Baru Melawan Kebengisan Zionis?

    Pelaku Kekerasan Seksual Mas Bechi Bebas Bersyarat, MUI: Mencederai Rasa Keadilan Korban 6 Doa Pilihan untuk Atasi Kegelisahan dan Kesusahan yang Diajarkan Rasulullah SAW “Kita juga akan disiplinkan pondok pesantren,” ujar Nasaruddin usai menghadiri Kickoff Peringatan Hari Santri 2026, Selasa (22/9/2026). Dia menyoroti masih adanya lembaga yang menggunakan nama pondok pesantren, tetapi belum memenuhi ketentuan sebagai pesantren.

    Bahkan, menurut Nasaruddin, terdapat pihak yang memasang nama pesantren meski tidak memenuhi unsur kepesantrenan. “Jangan-jangan hanya grup-grup tertentu tidak memenuhi rukun-rukun pesantren, tiba-tiba pasang nama pondok pesantren,” katanya. View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Nasaruddin mengatakan, penguatan tata kelola pesantren menjadi penting seiring hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kemenag. Menurut dia, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan melalui Majelis Masyayikh.

    • Apakah Tepi Barat Mendekati Intifada Baru Melawan Kebengisan Zionis?
    • Pelaku Kekerasan Seksual Mas Bechi Bebas Bersyarat, MUI: Mencederai Rasa Keadilan Korban
    • 6 Doa Pilihan untuk Atasi Kegelisahan dan Kesusahan yang Diajarkan Rasulullah SAW

    “Kita juga akan disiplinkan pondok pesantren,” ujar Nasaruddin usai menghadiri Kickoff Peringatan Hari Santri 2026, Selasa (22/9/2026). Dia menyoroti masih adanya lembaga yang menggunakan nama pondok pesantren, tetapi belum memenuhi ketentuan sebagai pesantren. Bahkan, menurut Nasaruddin, terdapat pihak yang memasang nama pesantren meski tidak memenuhi unsur kepesantrenan. “Jangan-jangan hanya grup-grup tertentu tidak memenuhi rukun-rukun pesantren, tiba-tiba pasang nama pondok pesantren,” katanya. View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Kita juga akan disiplinkan pondok pesantren,” ujar Nasaruddin usai menghadiri Kickoff Peringatan Hari Santri 2026, Selasa (22/9/2026).

    Kronologi & Informasi Terkait: Dirjen Pesantren

    Dia menyoroti masih adanya lembaga yang menggunakan nama pondok pesantren, tetapi belum memenuhi ketentuan sebagai pesantren. Bahkan, menurut Nasaruddin, terdapat pihak yang memasang nama pesantren meski tidak memenuhi unsur kepesantrenan. “Jangan-jangan hanya grup-grup tertentu tidak memenuhi rukun-rukun pesantren, tiba-tiba pasang nama pondok pesantren,” katanya. View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Dia menyoroti masih adanya lembaga yang menggunakan nama pondok pesantren, tetapi belum memenuhi ketentuan sebagai pesantren. Bahkan, menurut Nasaruddin, terdapat pihak yang memasang nama pesantren meski tidak memenuhi unsur kepesantrenan.

    “Jangan-jangan hanya grup-grup tertentu tidak memenuhi rukun-rukun pesantren, tiba-tiba pasang nama pondok pesantren,” katanya. View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Jangan-jangan hanya grup-grup tertentu tidak memenuhi rukun-rukun pesantren, tiba-tiba pasang nama pondok pesantren,” katanya.

    View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    A post shared by Republika Online (@republikaonline)

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: Republika – Terkini

  • Senjata Makan Tuan Israel Sengsarakan Warga Sendiri, Ada Krisis

    Senjata Makan Tuan Israel Sengsarakan Warga Sendiri, Ada Krisis

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari CNBC Indonesia – News Terkini.

    Jakarta, CNBC Indonesia – Israel menghadapi ancaman kekurangan air selama beberapa pekan setelah ledakan populasi alga di Laut Mediterania mengganggu sebagian besar kapasitas fasilitas desalinasi airnya. Para ilmuwan menilai krisis tersebut berkaitan dengan kerusakan besar-besaran infrastruktur pengolahan air limbah di Gaza akibat serangan Israel, yang menyebabkan limbah tanpa pengolahan mengalir dalam jumlah besar ke laut.

    Asosiasi Lingkungan Zalul, organisasi nonpemerintah Israel yang bergerak dalam perlindungan laut dan pesisir, mengatakan pencemaran air tidak berhenti di batas wilayah politik.

    “Pencemaran tidak mengenal batas politik,” kata Zalul, dilansir The Guardian, Kamis (24/9/2026).

    • Presiden Iran “Tampar” Trump Bertubi-tubi di PBB, Ini Pernyataannya
    • Breaking: Perang Iran Bisa Melebar ke Samudra Hindia
    • Netanyahu Vs Mamdani, Duel Panas Siap Meledak di PBB

    “Pembuangan limbah tanpa pengolahan dari Jalur Gaza ke laut berkontribusi terhadap memburuknya krisis yang berdampak pada fasilitas desalinasi Israel. Air limbah tersebut mengandung nutrisi seperti nitrogen dan fosfor yang menjadi makanan bagi mikroalga dan sianobakteri serta dapat memperparah ledakan pertumbuhannya,” lanjutnya.

    Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlangsung sejak tahun lalu, Gaza masih berada dalam kondisi krisis air dan sanitasi yang parah. Wilayah Palestina itu juga menghadapi persoalan serangan hama, sementara air limbah menggenangi garis pantainya setelah fasilitas pengolahan limbah di sana mengalami kerusakan akibat perang.

    Di sisi lain perbatasan, ledakan pertumbuhan mikroalga membentang hingga sekitar 60 mil atau 100 kilometer. Fenomena tersebut menyumbat sistem penyaring di lima dari enam fasilitas desalinasi utama Israel.

    Kelima fasilitas itu sempat berhenti beroperasi selama beberapa hari dan hingga kini belum sepenuhnya kembali ke kapasitas normal. Operasionalnya masih berada pada tingkat yang lebih rendah.

    Para ahli mengatakan dampak lingkungan akibat perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun kini mulai dirasakan kembali di wilayah Israel.

    Jack Gilron, profesor emeritus sekaligus pakar desalinasi di Zuckerberg Institute for Water Research, Ben-Gurion University, mengatakan aliran limbah dari Gaza meningkatkan ancaman terhadap sistem produksi air Israel di sepanjang pesisir selatan Mediterania.

    “Pembuangan limbah tanpa pengolahan dari Gaza ke laut meningkatkan risiko terhadap infrastruktur produksi air Israel di sepanjang pesisir selatan Mediterania,” kata Gilron.

    “Insiden saat ini semakin menegaskan perlunya persiapan menghadapi ancaman terhadap salah satu sumber utama air minum Israel,” lanjutnya.

    Kerusakan infrastruktur air di Gaza sendiri telah mencapai skala besar. Berdasarkan laporan Médecins Sans Frontières (MSF), sekitar 90% infrastruktur air dan sanitasi di Gaza telah hancur sejak bombardir Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Sumur, jaringan pipa, waduk hingga unit desalinasi menjadi sasaran serangan langsung.

    Kondisi pasokan air di Gaza pun masih sangat buruk. Sebelum perang, sekitar 80% kebutuhan air wilayah tersebut berasal dari akuifer di bawah kawasan pesisir. Kini sumber tersebut telah tercemar air laut dan limbah sehingga tidak lagi layak dikonsumsi.

    Sebagian besar air minum Gaza sebelumnya juga berasal dari fasilitas desalinasi dan tiga jaringan pipa yang berada di bawah kendali otoritas air Israel. Namun, jaringan tersebut diputus pada awal perang dan hingga sekarang baru sebagian yang kembali beroperasi.

    Kronologi & Informasi Terkait: Senjata Makan

    Kerusakan pada jaringan distribusi membuat sebagian besar penduduk Gaza harus mengandalkan truk tangki untuk memperoleh air.

    Bagi banyak warga, kondisi tersebut bahkan memaksa mereka memilih antara menggunakan lebih banyak air untuk minum atau menyimpannya untuk mencuci tangan dan mencegah penyakit. Diare akut menjadi salah satu penyebab utama penyakit di wilayah tersebut.

    Omar Shatat, wakil direktur eksekutif Coastal Municipalities Water Utility di Gaza, mengatakan seluruh lima fasilitas pengolahan air limbah di wilayah tersebut sudah tidak beroperasi.

    Akibatnya, diperkirakan sekitar 45.000 meter kubik limbah tanpa pengolahan mengalir ke Laut Mediterania setiap hari. Selain itu, sekitar 15.000 meter kubik limbah mentah lainnya setiap hari meresap ke dalam air tanah melalui lubang resapan, terutama di kamp-kamp informal di al-Mawasi.

    “Ini merupakan situasi yang sangat buruk dari sisi lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” kata Shatat. “Laut sudah sangat tercemar, dan orang pertama yang terkena dampaknya adalah warga Gaza serta mereka yang mengungsi karena mereka bersentuhan langsung dengan konsentrasi limbah tertinggi.”

    Pat Griffiths, juru bicara Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Kota Gaza, memperingatkan kondisi tersebut berpotensi semakin parah ketika musim dingin tiba.

    “Warga Palestina hidup dikelilingi air limbah. Air limbah ada di sekitar mereka. Di sanalah mereka makan, mendapatkan air, dan berjalan,” katanya.

    Masalah lain muncul dari ledakan populasi tikus. Dalam beberapa bulan terakhir, tikus dilaporkan memenuhi sejumlah wilayah Gaza karena berkembang di tengah tumpukan sampah dan limbah mentah yang menumpuk di sekitar kamp-kamp pengungsian yang padat.

    Permasalahan serupa bahkan mulai dirasakan masyarakat Israel yang tinggal di dekat perbatasan Gaza. Wilayah tersebut mengalami serangan hama tikus yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya, dengan hewan pengerat masuk ke rumah dan memenuhi kebun warga.

    Dampak perang, menurut aktivis lingkungan, tidak berhenti ketika melewati garis perbatasan.

    Di Israel, otoritas kini meminta masyarakat menggunakan air secara hemat sampai sistem desalinasi kembali pulih sepenuhnya. Pasokan air di wilayah selatan negara itu telah dikurangi, sementara para petani diminta menghentikan kegiatan irigasi.

    Para ekonom memperkirakan kebijakan tersebut pada akhirnya akan mendorong kenaikan harga pangan.

    Zalul memperingatkan bahwa jika pencemaran terus berlangsung, dampaknya dapat meluas ke seluruh wilayah Israel.

    “Jika pencemaran terus berlanjut, dampaknya pada akhirnya dapat dirasakan di seluruh negeri. Ketika lingkungan laut tercemar, manusia dan alam sama-sama menderita. Terlepas dari sisi perbatasan mana mereka berada,” kata Zalul.

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: CNBC Indonesia – News Terkini

  • RI Perkuat Kerja Sama Bebas Visa Diplomatik dan Dinas dengan 3

    RI Perkuat Kerja Sama Bebas Visa Diplomatik dan Dinas dengan 3

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari CNN Indonesia – Internasional.

    Indonesia memperkuat kerja sama bebas visa dengan tiga negara untuk pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD).

    Ketiga negara tersebut yakni seperti Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika.

    Lihat Juga :

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Perjanjian ini mulai berlaku setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani pakta perjanjian dengan ketiga negara di sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9) waktu setempat.

    “Penandatanganan ketiga perjanjian tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan interaksi antara Indonesia dan ketiga negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” demikian rilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (24/9).

    Indonesia berharap PBVDD ini menjadi langkah awal untuk mendorong pemberian fasilitas bebas visa bagi masyarakat secara umum yang ingin mengunjungi ketiga negara tersebut.

    Dalam pertemuan bilateral dan penandatanganan perjanjian dengan Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon, Yousef Raggi, Sugiono juga membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan.

    Lihat Juga :

    Mereka juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi kawasan, khususnya Palestina.

    Isu Palestina menjadi salah satu fokus utama diplomasi Indonesia dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Indonesia juga aktif berkontribusi dalam perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, salah satunya dengan mengirimkan ratusan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

    Menlu Lebanon turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia itu.

    Sementara itu, dalam proses penandatanganan perjanjian bilateral PBVDD dengan pemerintah Saint Vincent dan Grenadines, kedua negara membahas potensi pengembangan kerja sama pembangunan, termasuk melalui program peningkatan kapasitas diversifikasi produk mangga dan sukun.

    Indonesia berharap dapat mempererat komunikasi dan kerja sama dengan negara kepulauan Karibia tersebut.

    Selanjutnya, Sugiono dan Menteri Luar Negeri Republik Dominika Víctor Orlando Bisonó Haza mengatakan perjanjian PBVDD antara kedua negara sekaligus mendorong mobilitas dan membangun kepercayaan antar kedua negara.

    • Trump Klaim Pembicaraan Wakil AS-Iran di New York Berjalan Mulus
    • Presiden Suriah Sindir Trump: Kasih New Jersey untuk Israel
    • Hakim AS Perintahkan Trump Izinkan CNN Cs Akses Liputan Gedung Putih

    “Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum,” lanjut rilis Kemlu.

    Kemlu menginisiasi forum itu pada 2019 yang menjadi ajang ekonomi tahunan untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan negara-negara kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar). Forum ini juga menjadi wadah bagi RI memperluas tujuan ekspor komoditas Indonesia ke negara-negara mitra non-tradisional.

    “Penandatanganan ketiga PBVDD tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat serta menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang semakin konkret dan saling menguntungkan,” demikian pernyataan Kemlu.

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: CNN Indonesia – Internasional

  • Doa Orang Tua Antarkan Ubed Jadi Penentu Emas Bulu Tangkis

    Doa Orang Tua Antarkan Ubed Jadi Penentu Emas Bulu Tangkis

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari Republika – Terkini.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Skor menunjukkan 16-20. Empat angka memisahkan Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed dari kehilangan gim pertama. Di seberang net, Weng Hong Yang hanya membutuhkan satu poin lagi untuk merebut gim pertama dan membuat China semakin dekat dengan gelar juara. Namun, Ubed tak menyerah. Satu demi satu angka direbut. Empat angka beruntun membuat kedudukan menjadi 20-20. Tekanan berpindah.

    Ubed mengambil poin berikutnya dan merebut gim pertama dengan kedudukan 23-21 pada laga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang. Baca Juga Comeback Dramatis, Bulu Tangkis Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026 Setelah 28 Tahun, Emas Asian Games Badminton Beregu Putra Pulang ke Tanah Air BREAKING NEWS: Indonesia Raih Emas Perdana Asian Games 2026 dari Bulu Tangkis “Saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” kata Ubed.

    Momen ini terjadi di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026) malam. Indonesia awalnya tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, disusul tumbangnya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Liang Wei Keng/Wang Chang. Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

    Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China. Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia.

    Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21.

    Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Skor menunjukkan 16-20. Empat angka memisahkan Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed dari kehilangan gim pertama. Di seberang net, Weng Hong Yang hanya membutuhkan satu poin lagi untuk merebut gim pertama dan membuat China semakin dekat dengan gelar juara.

    Namun, Ubed tak menyerah. Satu demi satu angka direbut. Empat angka beruntun membuat kedudukan menjadi 20-20. Tekanan berpindah. Ubed mengambil poin berikutnya dan merebut gim pertama dengan kedudukan 23-21 pada laga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.

    Baca Juga Comeback Dramatis, Bulu Tangkis Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026 Setelah 28 Tahun, Emas Asian Games Badminton Beregu Putra Pulang ke Tanah Air BREAKING NEWS: Indonesia Raih Emas Perdana Asian Games 2026 dari Bulu Tangkis “Saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” kata Ubed. Momen ini terjadi di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026) malam.

    Indonesia awalnya tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, disusul tumbangnya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Liang Wei Keng/Wang Chang. Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa.

    Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China. Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia.

    Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21.

    Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Namun, Ubed tak menyerah. Satu demi satu angka direbut. Empat angka beruntun membuat kedudukan menjadi 20-20. Tekanan berpindah. Ubed mengambil poin berikutnya dan merebut gim pertama dengan kedudukan 23-21 pada laga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.

    • Comeback Dramatis, Bulu Tangkis Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026
    • Setelah 28 Tahun, Emas Asian Games Badminton Beregu Putra Pulang ke Tanah Air
    • BREAKING NEWS: Indonesia Raih Emas Perdana Asian Games 2026 dari Bulu Tangkis

    “Saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” kata Ubed. Momen ini terjadi di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026) malam. Indonesia awalnya tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, disusul tumbangnya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Liang Wei Keng/Wang Chang. Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng.

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China.

    Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia. Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5.

    Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan.

    Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan. “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” kata Ubed.

    Momen ini terjadi di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026) malam. Indonesia awalnya tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, disusul tumbangnya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Liang Wei Keng/Wang Chang. Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

    Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China. Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia.

    Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21.

    Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Momen ini terjadi di final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026, Kamis (24/9/2026) malam. Indonesia awalnya tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, disusul tumbangnya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Liang Wei Keng/Wang Chang.

    Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat.

    Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China. Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia. Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi.

    Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan.

    Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan. “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial.

    “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Emas tampak akan lepas dari genggaman. Namun Alwi Farhan menariknya sedikit lebih dekat dengan mengalahkan Li Shi Feng. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuatnya semakin dekat dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

    Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China. Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia.

    Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21.

    Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Emas kembali di depan mata. Harapan ada di pundak Ubed untuk mewujudkannya. Ia sudah pernah melewati serupa. Ia sukses menyumbang poin penentu pada laga terakhir dalam kemenangan 3-2 atas Malaysia di perempat final. Namun, kali ini tekanannya jauh berlipat. Duel berlangsung di partai puncak dengan lawan jauh lebih tangguh, yakni China.

    Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia. Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5.

    Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan.

    Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan. “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Namun kegigihan dan mental baja yang ditunjukkan saat merebut gim pertama seolah pertanda emas itu akan menjadi milik Indonesia. Ubed memberikan harapan yang jelas, menunjukkan bahwa ia bisa menaklukkan tekanan demi emas pertama Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026.

    Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama. Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai.

    Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan. “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya.

    Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia!

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Kronologi & Informasi Terkait: Doa Orang

    Setelah memenangkan gim pertama, Ubed memasuki gim kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Weng mencoba mengejar, tetapi Ubed tidak lagi memberi kesempatan bagi lawannya untuk mengulang tekanan gim pertama.

    Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih. Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Pukulan demi pukulan akhirnya membawa Ubed menuju angka 21. Sebuah smas menyilang yang tak kembali membuat gim kedua berakhir dengan 21-13. Pertandingan pun selesai. Indonesia menang 3-2 atas China dan emas pertama pun diraih.

    Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan. “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian.

    Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Ubed seperti batu karang saat beraksi di lapangan. Namun, nyatanya ia tetap manusia biasa. Ia juga tegang sebelum pertandingan. Sesaat sebelum bertanding, ia menelepon orang tuanya untuk meminta doa agar perjuangannya dimudahkan.

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya. Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan.

    Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujarnya.

    Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial. “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Perjuangannya menjadi lebih ringan karena Ubed tidak merasa sendirian. Dukungan rekan-rekan dan seluruh tim di belakang lapangan menguatkannya dalam momen-momen krusial.

    “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia. Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” kata dia.

    Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia! Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Ubed bukan cuma tidak mengecewakan tim, ia membuat seluruh Indonesia bangga. Selamat Ubed, selamat tim bulu tangkis Indonesia!

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: Republika – Terkini

  • Diabetes Identik dengan Konsumsi Obat Seumur Hidup, Founder

    Diabetes Identik dengan Konsumsi Obat Seumur Hidup, Founder

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari Republika – Terkini.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian masyarakat masih menganggap diabetes identik dengan konsumsi obat atau suntik insulin seumur hidup. Padahal, menurut Diabetologist sekaligus Founder mGanik, dr Kelvin Candiago, pemahaman tersebut tidak sepenuhnya tepat, khususnya pada Diabetes Tipe 2 yang erat kaitannya dengan gaya hidup. Menurut dr Kelvin, fenomena yang kini semakin sering ia temui adalah meningkatnya kasus diabetes pada usia produktif, bahkan di rentang usia 20-an tahun.

    Sayangnya, banyak dari mereka merasa sudah menjalani gaya hidup sehat. Ada yang rutin bermain padel atau pergi ke gym, tetapi pola makannya masih kurang tepat. Ada pula yang sudah mengurangi minuman manis, namun sering begadang, jarang bergerak, dan memiliki jadwal makan yang tidak teratur.

    Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan yang tidak teratur ini dapat memicu resistensin insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal sehingga gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menjadi semakin relevan mengingat jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah kasus terbanyak.

    Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya. Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago.

    Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi.

    Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring.

    Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin.

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian masyarakat masih menganggap diabetes identik dengan konsumsi obat atau suntik insulin seumur hidup. Padahal, menurut Diabetologist sekaligus Founder mGanik, dr Kelvin Candiago, pemahaman tersebut tidak sepenuhnya tepat, khususnya pada Diabetes Tipe 2 yang erat kaitannya dengan gaya hidup.

    Menurut dr Kelvin, fenomena yang kini semakin sering ia temui adalah meningkatnya kasus diabetes pada usia produktif, bahkan di rentang usia 20-an tahun. Sayangnya, banyak dari mereka merasa sudah menjalani gaya hidup sehat. Ada yang rutin bermain padel atau pergi ke gym, tetapi pola makannya masih kurang tepat. Ada pula yang sudah mengurangi minuman manis, namun sering begadang, jarang bergerak, dan memiliki jadwal makan yang tidak teratur.

    Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan yang tidak teratur ini dapat memicu resistensin insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal sehingga gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menjadi semakin relevan mengingat jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah kasus terbanyak.

    Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya. Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago.

    Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi.

    Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring.

    Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin.

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Menurut dr Kelvin, fenomena yang kini semakin sering ia temui adalah meningkatnya kasus diabetes pada usia produktif, bahkan di rentang usia 20-an tahun. Sayangnya, banyak dari mereka merasa sudah menjalani gaya hidup sehat.

    Ada yang rutin bermain padel atau pergi ke gym, tetapi pola makannya masih kurang tepat. Ada pula yang sudah mengurangi minuman manis, namun sering begadang, jarang bergerak, dan memiliki jadwal makan yang tidak teratur. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan yang tidak teratur ini dapat memicu resistensin insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal sehingga gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan.

    Kondisi ini menjadi semakin relevan mengingat jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah kasus terbanyak. Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya.

    Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago. Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari.

    “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi. Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes.

    Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah. Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya.

    Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Ada yang rutin bermain padel atau pergi ke gym, tetapi pola makannya masih kurang tepat. Ada pula yang sudah mengurangi minuman manis, namun sering begadang, jarang bergerak, dan memiliki jadwal makan yang tidak teratur.

    Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan yang tidak teratur ini dapat memicu resistensin insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal sehingga gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menjadi semakin relevan mengingat jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah kasus terbanyak.

    Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya. Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago.

    Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi.

    Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring.

    Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin.

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan yang tidak teratur ini dapat memicu resistensin insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal sehingga gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan.

    Kondisi ini menjadi semakin relevan mengingat jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah kasus terbanyak. Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya.

    Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago. Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari.

    “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi. Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes.

    Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah. Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya.

    Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Kondisi ini menjadi semakin relevan mengingat jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah kasus terbanyak.

    Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya. Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago.

    Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi.

    Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring.

    Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin.

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Namun menurut dr Kelvin, yang paling perlu diwaspadai sebenarnya bukan sekadar angka kasus diabetes, melainkan komplikasi yang muncul ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik.

    “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya. Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago. Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda.

    Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi. Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago.

    Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah. Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir.

    Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin.

    Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Kronologi & Informasi Terkait: Diabetes Identik

    “Yang ditakuti dari diabetes itu komplikasinya. Padahal sebelum itu terjadi, mereka sudah mengalami Diabetes yang panjang dulu. Karena Diabetes itu menyerang pembuluh darah, dan mereka nggak merasakan gejala apa-apa,” jelas dr. Kelvin Candiago.

    Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi.

    Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring.

    Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin.

    Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Faktanya, 90-95 persen penderita Diabetes adalah Tipe 2, yang biasanya dipicu oleh gaya hidup, sehingga kondisi ini makin sering ditemukan pada anak muda. Kabar baiknya, Diabetes Tipe 2 sebenarnya bisa dicegah, bahkan dihentikan, dengan memperbaiki pola hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari.

    “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi. Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago. Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes.

    Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah. Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir. Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya.

    Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Trick yang biasanya saya sampaikan ke pasien, paling nggak di setiap makanan, jumlah

    karbohidrat atau tambahan gulanya dikurangi. Perbanyak protein, cukupi serat, karbohidratnya dibatasi. Kalau mau snack atau dessert, taruh di akhir saja biar nggak berlebihan,” saran dr Kelvin Candiago.

    Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah. Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir.

    Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah. Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin.

    Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Lebih jauh, dr Kelvin menjelaskan bahwa harapan untuk lepas dari obat ini bukan tanpa dasar ilmiah. Sejak 2019, American Diabetes Association (ADA) sudah memperkenalkan istilah Diabetes Remission atau Remisi Diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah pasien dapat kembali terkontrol dalam periode tertentu tanpa bantuan obat penurun gula darah. Salah satu indikator yang digunakan adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir.

    Pasien dikategorikan mencapai remisi apabila HbA1c berada di bawah 6,5 persen secara konsisten selama minimal tiga bulan, tanpa bantuan obat penurun gula darah.

    Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin. Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya.

    Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Untuk membantu pasiennya mencapai remisi, dr Kelvin membangun mGanik dengan tiga Pendekatan: Medikasi, Nutrisi, dan Monitoring. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, yaitu dengan mengikuti perkembangan HbA1c, memberi arahan dalam mengatur pola makan, ampai monitoring rutin.

    Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin. Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Bagi dr Kelvin, yang terpenting bukan seberapa besar perubahan yang dilakukan oleh penderita Diabetes, namun konsistensinya. “Jangan putus asa, karna pasti ada jalannya. Percaya aja harus kasih perubahan di pola makan, ikutin saran-saran dari dokternya. Dengan perubahan sedikit tapi konsisten itu pasti sangat bermanfaat,” kata dr Kelvin.

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: Republika – Terkini

  • Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban

    Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari Republika – Terkini.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara bentuk kemurahan dan karunia Allah Ta‘ala kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia menjadikan pahala atas beberapa sebab kematian seperti pahala syahid besar di jalan Allah, karena di dalamnya terdapat penderitaan dan rasa sakit yang berat bagi orang yang mengalaminya. Salah satunya adalah kematian karena tenggelam. Kematian karena tenggelam termasuk salah satu sebab seseorang memperoleh kedudukan syahid. Baca Juga Mengikuti Jejak Antiokhia: Mengapa Israel Kita Lihat Sedang Menuju Akhirnya?

    Kasih Sayang Rasulullah kepada Hewan, Jangan Menyakiti Makhluk Allah Imam Al-Ghazali Dituduh Diam Saat Yerusalem Direbut Pasukan Salib, Apa Sikapnya terhadap Jihad? Orang yang meninggal karena tenggelam akan mendapatkan kedudukan para syuhada di akhirat, selama ia tidak sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam keadaan tersebut.

    Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah).

    Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT. Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat.

    Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara bentuk kemurahan dan karunia Allah Ta‘ala kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia menjadikan pahala atas beberapa sebab kematian seperti pahala syahid besar di jalan Allah, karena di dalamnya terdapat penderitaan dan rasa sakit yang berat bagi orang yang mengalaminya.

    Salah satunya adalah kematian karena tenggelam. Kematian karena tenggelam termasuk salah satu sebab seseorang memperoleh kedudukan syahid. Baca Juga Mengikuti Jejak Antiokhia: Mengapa Israel Kita Lihat Sedang Menuju Akhirnya? Kasih Sayang Rasulullah kepada Hewan, Jangan Menyakiti Makhluk Allah Imam Al-Ghazali Dituduh Diam Saat Yerusalem Direbut Pasukan Salib, Apa Sikapnya terhadap Jihad?

    Orang yang meninggal karena tenggelam akan mendapatkan kedudukan para syuhada di akhirat, selama ia tidak sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam keadaan tersebut.

    Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah).

    Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT. Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat.

    Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Salah satunya adalah kematian karena tenggelam. Kematian karena tenggelam termasuk salah satu sebab seseorang memperoleh kedudukan syahid.

    • Mengikuti Jejak Antiokhia: Mengapa Israel Kita Lihat Sedang Menuju Akhirnya?
    • Kasih Sayang Rasulullah kepada Hewan, Jangan Menyakiti Makhluk Allah
    • Imam Al-Ghazali Dituduh Diam Saat Yerusalem Direbut Pasukan Salib, Apa Sikapnya terhadap Jihad?

    Orang yang meninggal karena tenggelam akan mendapatkan kedudukan para syuhada di akhirat, selama ia tidak sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam keadaan tersebut.

    Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah).

    Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT. Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat.

    Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Orang yang meninggal karena tenggelam akan mendapatkan kedudukan para syuhada di akhirat, selama ia tidak sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam keadaan tersebut.

    Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah).

    Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT. Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat.

    Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah). Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT.

    Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat. Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه

    Kronologi & Informasi Terkait: Salah Satunya

    “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah). Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT.

    Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat. Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    “Orang-orang yang mati syahid ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha‘un, orang yang meninggal karena penyakit di dalam perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR al-Bukhari, 6/42, dan Muslim, 3/1521, dari hadis Abu Hurairah).

    Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT. Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat. Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Dengan demikian, Rasulullah SAW menyandingkan keempat jenis kematian tersebut dengan kematian di jalan Allah SWT.

    Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut. Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat. Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Hal ini menunjukkan keutamaannya sekaligus mengisyaratkan tingginya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan tersebut.

    Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat. Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Orang yang meninggal karena tenggelam termasuk syahid akhirat, karena ia memperoleh kedudukan para syuhada di akhirat.

    Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir. Loading… Ikuti Whatsapp Channel Republika

    Namun, hukum yang berlaku baginya di dunia berbeda dengan hukum bagi orang yang gugur sebagai syahid di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal dalam peperangan melawan orang-orang kafir.

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: Republika – Terkini

  • Tim Hukum Klaim Tak Ada Bukti Uang Disita dari Eks Ketua

    Tim Hukum Klaim Tak Ada Bukti Uang Disita dari Eks Ketua

    REDAKSI — Liputan komprehensif mengacu pada laporan resmi dari CNN Indonesia – Nasional.

    Tim advokat dan penasihat hukum eks Ketua Ombudsman RI Hery Susanto menyoroti soal ketiadaan barang bukti berupa uang atau hadiah yang disita dari kliennya dalam perkara dugaan suap tata kelola tambang nikel di Sulawesi Tenggara.

    Alex Candra, selaku ketua tim hukum Hery mengatakan fakta tersebut perlu menjadi perhatian. Sebab, kliennya didakwa menerima hadiah atau janji dengan nilai sekitar Rp 4,85 miliar.

    “Sepanjang yang kami ketahui dan berdasarkan apa yang terungkap dalam persidangan, tidak ada barang bukti berupa uang atau hadiah yang disita dari Pak Heri Susanto yang menunjukkan bahwa beliau menerima sebagaimana yang didakwakan,” kata Alex kepada wartawan, Kamis (24/9).

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Hery sebelumnya didakwa menerima hadiah atau janji yang disebut berasal dari sejumlah pihak. Dalam dakwaan, penerimaan tersebut antara lain dikaitkan dengan PT Tosida Indonesia, PT Dinamika Sejahtera Mandiri, PT Mitra Kumala Energi, serta pemberian berupa satu unit rumah dari Agung Winarno.

    Lihat Juga :

    Menurut Alex, sejumlah bagian dari dakwaan tersebut mendapat bantahan para saksi di dalam persidangan. Salah satunya adalah dugaan pemberian uang melalui Agung Winarno. Menurut Alex, Agung Winarno membantah memberikan uang kepada Hery Susanto sebagaimana yang dituduhkan.

    “Agung Winarno secara tegas membantah tuduhan pemberian uang kepada Pak Hery, baik yang disebut senilai Rp 1 miliar melalui Edi Sugandi maupun Rp 525 juta,” ucap dia.

    Alex juga menyinggung dugaan pemberian uang senilai Rp200 juta kepada Hery melalui Agung Winarno pada tahun 2022. Ia mengklaim tuduhan tersebut juga dibantah oleh Agung Winarno.

    “Jadi ada keterangan yang harus diuji dan dibandingkan satu dengan lainnya. Tidak bisa hanya mengambil satu bagian dari dakwaan kemudian dianggap sudah terbukti,” ujarnya.

    Kronologi & Informasi Terkait: Tim Hukum

    Selain masalah barang bukti, Alex mengatakan hubungan antara Hery dengan sejumlah pihak yang disebut dalam dakwaan juga menjadi bagian yang penting dalam pemeriksaan perkara.

    “Pak Hery tidak mengenal pemilik PT Dinamika Sejahtera Mandiri. Pak Hery juga tidak mengenal Direktur PT Tosida Indonesia, Laode Sinarwan Oda, bahkan tidak pernah bertemu dan berkomunikasi,” tutur dia.

    Lihat Juga :

    Kemudian, tim hukum juga mencermati keterangan mengenai uang yang diberikan kepada Lukman Malanuang. Dalam persidangan, kata Alex, pemberian uang dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut berkaitan dengan jasa konsultan.

    “Kami melihat ada bagian-bagian dalam konstruksi dakwaan yang masih harus diuji berdasarkan fakta persidangan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Alex menegaskan pihaknya tidak bermaksud mendahului putusan majelis hakim. Ia berujar, pihaknya justru meminta agar proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti yang sah dan keterangan yang benar-benar muncul di persidangan.

    “Kami menghormati kewenangan majelis hakim untuk menilai seluruh alat bukti. Posisi kami adalah menyampaikan fakta-fakta persidangan yang menurut kami relevan agar publik memperoleh informasi secara berimbang,” kata Alex.

    Sebelumnya, mantan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, dituntut dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan serta denda sejumlah Rp300 juta subsider pidana penjara 100 hari.

    Berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Hery telah terbukti terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi menyangkut pengaturan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tata kelola pertambangan nikel periode 2013-2025.

    “Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Hery Susanto dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan penjara,” kata jaksa saat membacakan amar tuntutan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (24/9).

    Lihat Juga :

    Konteks & Implikasi Bagi Publik

    Perkembangan ini mencerminkan dinamika tata kelola dan keberlanjutan institusional, serta memberikan dampak signifikan bagi arah kebijakan strategis ke depan.

    Sumber Referensi Primer: CNN Indonesia – Nasional

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!